Tampilkan postingan dengan label pelayanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelayanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 November 2010

Layanan Pembaca : Ujung Tombak Dari Sebuah Penyedia Informasi

Di sebuah perpustakaan, ada beberapa bagian yang mengelolanya. Salah satunya adalah bagian layanan pembaca (sirkulasi). Di bagian ini meliputi peminjaman dan pengembalian buku, perpanjangan masa peminjaman, dan rujukan (referensi).

Di sinilah letak etalase dari sebuah perpustakaan. Karena di bagian inilah letak dari kepuasan para pengunjungnya. Suatu perpustakaan bisa dilihat dari bagaimana melayani para penggunanya. Apakah dia ramah dan informatif, luwes dan cekatan. Hal ini berlaku juga di bidang pelayanan rujukan. Bagaimana dia dapat menjawab setiap kebutuhan para penggunanya dengan mereferensikan apa yang dibutuhkan oleh para pengguna. Kemudian memberi alternatif bagi para pengguna, jika apa yang dibutuhkan oleh mereka tidak tersedia di perpustakaan.
Tentunya, semua ini dilakukan dengan keramahan yang wajar, senyum yang tak berlebihan, dan cara bicara yang jelas dan teratur.

Tak peduli apakah bagian lain berantakan, misalnya bagian pengolahan buku. Untuk bagian pengolahan buku diibaratkan sebagai dapur dari sebuah restaurant. Sedangkan penyajiannya terletak pada bagian sirkulasi atau layanan pembaca. 

Oleh sebab itu, sirkulasi merupakan etalase atau sebuah tempat penyajian, sehingga sangat diperlukan bahwa pelayanan dan hasil dari bagian pengolahan dapat tersaji dengan semenarik mungkin. Dapat dikemas dengan seapik mungkin, agar para pengguna dapat merasakan efek psikologis yang positif dari pelayanan ini.

Kamis, 11 November 2010

digital library

Dalam upaya memenuhi konsep user oriented, maka penyedia informasi sebagai pusat dokumentasi yang tentunya diperlukan oleh para penggunanya, pengembangan yang sudah sangat wajar dimiliki adalah adanya perangkat digital library.

Di dalam penggunaannya, digital library lebih mudah dan dapat diakses secara online dimanapun para pengguna itu berada. Akses mudah tersebut dapat menjawab berbagai kebutuhan para penggunanya tanpa pengguna harus datang ke perpustakaan, hanya sekedar untuk mencari tahu apakah sebuah perpustakaan mempunyai koleksi yang dibutuhkan oleh penggunanya.

Digital library biasanya mencerminkan berbagai koleksi yang ada di sebuah perpustakaan. Mulai dari buku, jurnal/majalah dalam dan luar negeri, e book, e journal, skripsi, thesis, dan lain-lain.
Akses untuk skripsi dan thesis bisa full text, atau hanya bisa diakses abstraknya saja, tergantung dari kebijakan para pengelola perpustakaan itu sendiri. Biasanya hal ini dilakukan untuk mencegah plagiarisme.

Senin, 01 November 2010

Sebuah Pelayanan Penyedia Informasi

Penyedia informasi, dalam hal ini perpustakaan, tentu memiliki strategi dan sistem di dalam pelayanannya, agar apa yang tersedia di perpustakaan bisa digunakan secara maksimal oleh para pengguna, baik bagi pengguna di dalam kampus itu sendiri, maupun bagi pengguna di luar kampus.

Sistem yang simpel dan terpadu yang mengedepankan efisiensi bisa saja menjadi satu acuan agar perpustakaan layak dikunjungi oleh banyak pengguna. Selain itu keramahan dan sikap tanggap bagi para pengguna, jika terlihat dari mereka seperti canggung saat masuk ke perpustakaan, dengan menanyakan hal yang diperlukannya. 

Juga ketersediaan koleksi. Baik buku text book, jurnal / majalah dari dalam dan luar negeri. Ketersediaan media telusur yang akurat sebagai media temu kembali untuk koleksi yang ada di perpustakaan.
Namun, untuk hal ini, tentu sangat bergantung pada anggaran masing-masing perpustakaan. Tetapi yang jelas, untuk mendukung pelayanan yang baik tentunya bisa dicover dengan sumber daya manusia yang memadai, yang benar-benar fokus terhadap pelayanannya.

Satu hal yang aku ingat dari setiap seminar yang aku ikuti, ialah untuk menjawab pertanyaan dari para pengguna. Jangan sampai sekali-sekali, petugas perpustakaan mengatakan TIDAK TAHU. Cobalah untuk menjawab setiap pertanyaan dengan berdiplomasi. Lebih halus dan bertanggung jawab, sehingga pengguna bisa memahami apapun yang tersedia di perpustakaan.

Untuk menunjang pelayanan tersebut, jam layanan juga menentukan keleluasaan bagi para pengguna. Mereka bisa lebih berlama-lama ada di perpustakaan untuk melakukan penelitiannya.Ruang audio visual, ruang santai, ruang baca yang nyaman, juga ketersediaan interneet yang cepat untuk mengakses sejumlah koleksi e-journal yang telah dilanggan dari sebuah provider, misalnya. Bukan untuk buka FB dan chatting ria di sana. Tentunya hal ini sudah dibatasi penggunaannya hanya untuk layanan di seputar perpustakaan saja.

Semua yang dilakukan oleh para petugas penyedia informasi, sebagai layanan jasa di bidang pendidikan, tentunya sangat berfokus pada user oriented. Agar para pengguna dalam hal ini para mahasiswa bisa memanfaatkan perpustakaan dengan maksimal, sehingga mutu lulusannya berkualitas dan mampu berkompetisi dengan lulusan-lulusan lainnya saat ia lulus kelak.